Lagi mencari harga partisi cubicle toilet tapi malah pusing sendiri? Kamu mungkin menemukan penawaran yang harganya sangat murah, tapi di sisi lain ada yang harganya jutaan rupiah per meter.
Wajar kalau bingung, karena istilah “harga per m²” ternyata punya banyak arti. Biar kamu nggak salah hitung anggaran dan bisa membandingkan penawaran secara adil, mari kita bedah 5 faktor utama yang paling menentukan harga akhir partisi cubicle toilet.
Faktor Utama yang Membentuk Harga Cubicle Toilet
1. Pilihan Material Panel
Ini adalah penentu biaya paling besar. Pilihan material akan sangat mempengaruhi harga, durabilitas, dan tampilan akhir toilet.
Setiap material punya kelebihan dan paling cocok untuk tempat yang berbeda. Misalnya, Phenolic itu standar “tahan banting” untuk area publik, sementara PVC adalah solusi paling ekonomis.
Berikut perbandingan singkatnya:
| Kriteria | Phenolic (Compact Laminate) | Kaca (Tempered/Laminated) | PVC | Wooden (HPL Finish) |
| Kelebihan | Sangat tahan air, tahan banting, higienis. | Tampilan paling mewah & modern. | Harga paling ekonomis, 100% tahan air. | Pilihan motif (kayu/solid) tak terbatas, kesan hangat. |
| Kekurangan | Harga relatif tinggi. | Harga paling mahal, perlu perawatan ekstra. | Kesan kurang premium, rentan penyok/gores. | Inti kayu rentan air jika lapisan HPL terkelupas. |
| Aplikasi Ideal | Mall, Bandara, Rumah Sakit. | Hotel Mewah, Kantor Kelas A. | Pabrik, Sekolah, Proyek budget. | Kantor, Restoran, Area Semi-Kering. |
| Estimasi Harga/m² | Rp1.300.000 – Rp2.500.000 | Rp2.000.000 – Rp3.500.000 | Rp800.000 – Rp1.200.000 | Rp900.000 – Rp1.650.000 |
Khusus untuk material Phenolic, harganya juga dipengaruhi oleh Grade (A atau B) dan asalnya (Lokal atau Impor), yang bisa memberikan perbedaan harga signifikan.
2. Kualitas Hardware dan Aksesoris
Kamu mungkin terlalu fokus pada panelnya, tapi jangan meremehkan komponen kecil seperti engsel, kunci indikator (lock), dan kaki penyangga (leg). Total biaya hardware ini bisa menjadi signifikan, terutama untuk proyek dengan puluhan unit toilet.
Kualitas hardware sangat menentukan umur pakai partisi kamu. Secara umum, pilihannya ada dua:
a. Stainless Steel (SUS 304)
Ini adalah pilihan superior. Harganya jelas lebih mahal, satu set bisa 2-3 kali lipat harga nylon. Namun, material ini sangat tahan karat, kokoh, dan memberi kesan profesional. Anggap ini sebagai investasi jangka panjang yang baik.
b. Nylon
Ini adalah alternatif yang jauh lebih ekonomis dan juga anti-karat. Kekurangannya, kekuatan nylon tidak sekuat stainless dan mungkin bisa menjadi getas atau berubah warna seiring pemakaian berat.
3. Spesifikasi Teknis dan Kustomisasi
Harga standar yang kamu lihat biasanya mengacu pada spesifikasi standar. Kalau kamu meminta sesuatu yang berbeda dari desain umum, harganya pasti akan ikut berubah.
Beberapa hal yang termasuk di sini adalah:
a. Ketebalan Panel
Standar industri untuk phenolic biasanya 12 mm. Kalau kamu minta yang lebih tebal, misalnya 18 mm agar terasa lebih kokoh, harganya pasti lebih mahal karena butuh material lebih banyak.
b. Sistem Pemasangan
Model floor-to-ceiling (panel penuh dari lantai ke plafon) jelas membutuhkan material panel yang jauh lebih banyak. Ini membuatnya lebih mahal dibandingkan model headrail braced (yang ditopang palang di bagian atas).
c. Ukuran Non-Standar
Jika desain toiletmu memerlukan ukuran custom yang membuat banyak sisa bahan (waste) dari lembaran standar pabrik, biaya sisa bahan itu biasanya akan tetap dibebankan ke kamu.
4. Jasa Pemasangan dan Lokasi Proyek
Ini adalah poin penting yang sering bikin kaget saat tagihan datang. Saat meminta penawaran, kamu harus sangat jelas.
Selalu tanyakan: “Apakah harga ini material only (bahan saja) atau sudah terpasang (terima beres)?” Harga “terpasang” tentu lebih mahal karena sudah mencakup biaya survei, ongkos tukang, dan instalasi sampai selesai.
Lokasi proyek juga sangat berpengaruh. Proyek di luar kota besar atau di luar pulau Jawa pasti akan memiliki biaya tambahan untuk logistik (pengiriman material) dan mobilisasi (transportasi dan akomodasi tim pemasang).
5. Volume Proyek dan Reputasi Supplier
Prinsip ekonomi sederhana berlaku di sini. Harga satuan untuk pemasangan 1 unit toilet di ruko pasti akan berbeda dengan harga satuan untuk proyek 100 unit di gedung perkantoran.
Banyak supplier memberlakukan Minimum Order Quantity (MOQ) atau memberikan diskon volume untuk pembelian dalam jumlah besar.
Selain itu, reputasi supplier atau merek juga menentukan harga. Kontraktor yang sudah punya nama baik, atau yang menggunakan hardware bermerek (seperti Dekkson, Ocius, dll.), mungkin menawarkan harga sedikit lebih tinggi. Harga ini biasanya sebanding dengan jaminan kualitas material, hasil pemasangan yang rapi, dan layanan purna jual yang responsif.
Cara Mendapatkan Penawaran Terbaik
Jadi, melihat harga partisi cubicle toilet “per meter” itu tidak bisa dipukul rata. Harga murah di awal (seperti memilih PVC atau hardware nylon) bisa jadi mahal di kemudian hari karena biaya perawatan dan penggantian yang lebih cepat.
Saran terbaik adalah selalu minta penawaran yang detail dan tertulis. Tanyakan spesifikasi panel (jenis, grade, tebal), merek dan material hardware (pastikan Stainless Steel SUS 304 jika butuh durabilitas tinggi), dan pastikan apakah harga sudah termasuk PPN, ongkos pasang, dan biaya kirim ke lokasimu.
Dengan begitu, kamu bisa membandingkan setiap penawaran secara apple-to-apple dan mendapatkan nilai terbaik untuk proyekmu.






Leave a Reply